Sebagai aset penting, SDM dikelola dengan baik sesuai dengan peraturan dan kebijakan terkait ketenagakerjaan, serta dengan mengedepankan prinsip-prinsip hak asasi manusia. Perseroan mengupayakan pemenuhan hak dan kewajiban SDM dari dan terhadap perusahaan sehingga dapat dicapai hubungan kerja yang harmonis diantara kedua pihak. SDM diperlakukan secara adil dan setara, tanpa diskriminasi suku, agama, ras, jenis kelamin, dan golongan politik. Perseroan mendukung adanya kesetaraan gender dan kesempatan kerja yang sama bagi seluruh karyawan dimana saat ini 3 posisi Manajemen Eksekutif Perseroan dijabat oleh perempuan. Selain itu, sebagai bentuk kesetaraan gender, Perseroan memperbaharui sistem klaim kesehatan, dimana untuk setiap karyawan wanita yang telah menikah juga dapat mengklaim benefit kesehatannya untuk suami dan anak.

Perseroan menerapkan kesehatan dan keselamatan kerja (K3) dengan menyediakan peralatan K3, antara lain alat pelindung diri (APD), tim emergency response team (ERT), melakukan medical check up rutin setahun sekali, mendirikan klinik kesehatan lengkap dengan paramedis, termasuk kerja sama dengan dokter setempat untuk kondisi darurat, terutama di area operasi pertambangan Perseroan. Klinik tersebut didirikan demi terlaksananya pelayanan kesehatan, baik secara promotif, preventif, kuratif maupun rehabilitatif. Selain itu, Perseroan juga mengintensifkan upaya pendidikan, penyuluhan, dan inspeksi berkelanjutan, termasuk penyediaan ruang serbaguna untuk tempat pelatihan K3 serta pemasangan spanduk terkait K3. Perseroan juga mengadakan penyuluhan kegiatan K3 setiap minggunya kepada seluruh karyawan Perseroan di kantor pusat dan site office Perseroan.

Kebijakan CSR Perseroan dalam bidang Ketenagakerjaan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) adalah sebagai berikut:

  1. Menjalankan pengembangan potensi karyawan; dan
  2. Menciptakan tempat kerja yang aman melalui pengelolaan K3 dan Keselamatan Operasi (KO).

Selama tahun 2018 Perseroan melalui Entitas Anak mengadakan pelatihan terkait K3, yaitu:

  • Pelatihan Induksi Keselamatan Kerja;
  • Pelatihan Uji Pengawas Operasional Pertama, Madya dan Utama;
  • Pelatihan Pembekalan POP (Frontline Operational Supervisory Certification);
  • Pelatihan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP); dan
  • Pelatihan High Risk Safety.

Perseroan mengalokasikan dana sebesar Rp1.206.532.302,- untuk program pelatihan tersebut.

 

Perseroan melalui Entitas Anak juga berhasil meraih sejumlah penghargaan dan/atau sertifikasi dibidang K3, yaitu:

  1. Penghargaan “Pratama” Pengelolaan Keselamatan Pertambangan Pemegang KK dan PKP2B kepada PT Borneo Indobara oleh Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral pada tanggal 8 Mei 2018; dan
  2. Penerapan ISO 45001:2018 terkait sistem Manajemen K3.