Perseroan sangat memahami dan berkomitmen akan pentingnya penambangan yang bertanggung jawab (good mining practice) untuk menjaga kualitas lingkungan hidup dengan mengurangi dampak negatif dari rangkaian aktivitas penambangan. Perseroan beserta seluruh jajaran manajemen, karyawan, dan pemangku kepentingan lainnya berkomitmen untuk memelihara kualitas lingkungan hidup dalam mengurangi dampak negatif dari proses penambangan.

Perseroan menyadari bahwa peningkatan target produksi, seperti bukaan (opening) area tambang lebih luas, penggunaan peralatan tambang lebih banyak, pemberdayaan masyarakat lebih banyak, dan pemakaian hidrokarbon lebih banyak, akan secara langsung diiringi dengan peningkatan dampak pada lingkungan. Untuk itu, Perseroan melaksanakan komitmen terhadap lingkungan hidup melalui beberapa langkah, diantaranya :

  1. Perencanaan aktivitas yang mengacu kepada dokumen Analisis dan Dampak Lingkungan (AMDAL) dan kepatuhan dalam penerapan di wilayah penambangan. Adapun Kegiatan pemantauan lingkungan yang dilakukan Perseroan meliputi antara lain :
    • Uji Kualitas Air Limbah dan Kualitas Air Sungai
      Perseroan melakukan pengawasan dan pemeriksaan atas kualitas air sungai, sumur dan air limbah tambang yang dilakukan secara rutin dan dilakukan uji kualitas di laboratorium yang terakreditasi. Perseroan melaporkan hasil uji laboratorium atas kualitas air sungai dan analisa biota setiap 3 bulan sekali dan uji kualitas air limbah setiap bulannya kepada Kementerian Lingkungan Hidup, BLHD dan ESDM.
    • Uji Kualitas Udara dan Tanah
      Perseroan memonitor kualitas udara dengan melakukan pemantauan udara terus menerus di daerah konsesi dan pada interval sepanjang jalan angkut ke pelabuhan untuk memastikan bahwa tingkat debu sesuai dengan standar internasional dan untuk meminimalkan dampaknya terhadap masyarakat lokal. Pengendalian debu batubara dengan melakukan penyemprotan air dengan menggunakan watertruck sepanjang jalan hauling dan stock pile batubara.Hasil uji kualitas udara di daerah yang terkena dampak dilaporkan kepada Kementerian Lingkungan Hidup, BLHD Provinsi, BLHD Kabupaten dan ESDM.
    • Pengaturan manajemen limbah lainnya
      Perusahaan pertambangan harus mematuhi peraturan yang berkaitan dengan pengelolaan Bahan Berbahaya atau Beracun (B3) dan limbah. Pengelolaan limbah B3 dapat berupa limbah cair yaitu oli bekas dan limbah padat yaitu kain majun, aki bekas, filter oil dan hose. Pengelolaan limbah B3 ini juga melibatkan pembuangan minyak dan produk hidrokarbon lainnya yang berasal dari pemeliharaan peralatan dan workshop. Perseroan juga melakukan baik penumbuhan kembali atau reklamasi maupun nursery di area sekitar pertambangan. Di samping itu, Perseroan melakukan pembuatan pupuk kompos untuk mendukung kegiatan Penghijauan di sekitar wilayah tambang Perseroan.
  2. Pemenuhan ketentuan perijinan sesuai aturan pemerintah dan perusahaan;
  3. Peningkatan kompetensi karyawan dan pemangku kepentingan dalam pengelolaan lingkungan;
  4. Keikutsertaan karyawan secara aktif dalam program pemeliharaan lingkungan;
  5. Pembuatan laporan berkala sesuai ketentuan;
  6. Melakukan perawatan dan perbaikan-perbaikan pada fasilitas maupun infrastruktur pengelolaan lingkungan;
  7. Melakukan revegetasi segera pada daerah yang terganggu (disturbed area) untuk mengurangi erosi dan mengembalikan habitat hewan untuk tempat berkembang biak;
  8. Pelibatan masyarakat dalam penanaman lahan bekas tambang.

Dengan dijalankannya program-program tersebut, diharapkan dapat terbentuk pengelolaan lingkungan yang lebih baik guna menjaga kualitas lingkungan hidup sehingga terbentuk juga penambangan yang bertanggung jawab (good mining practice). Perseroan juga telah menyediakan saluran pengaduan terkait masalah lingkungan yang mungkin ditimbulkan dari aktivitas operasional melalui nomor telepon HSE Call Center 0812 5109 555. Namun, selama tahun 2017, Perseroan tidak menerima pengaduan terkait pencemaran lingkungan yang dilakukan, baik dari masyarakat sekitar maupun regulator.

Perseroan melalui Entitas Anak juga berhasil meraih sejumlah penghargaan di bidang pengelolaan lingkungan, yaitu :

  1. Penghargaan “Utama” Pengelolaan Lingkungan Pertambangan Batubara kepada PT Borneo Indobara periode tahun 2015-2016 oleh Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral;
  2. Sertifikat PROPER BIRU dari Kementerian Lingkungan Hidup atas pretasi dan kinerja di bidang pengelolaan dan pemantauan lingkungan pertambangan Entitas Anak periode 2016-2017.

Adapun biaya pelaksanaan program CSR terhadap lingkungan hidup pada tahun 2017 mencapai Rp207.639.691.