Komitmen besar Perseroan dalam melaksanakan CSR terhadap masyarakat diwujudkan melalui pengembangan sosial, pendidikan, dan hubungan masyarakat. Hal utama yang dilakukan adalah menyerap tenaga kerja lokal untuk bekerja di area tambang Perseroan. Sampai saat ini, Perseroan tercatat mempekerjakan sekitar 70% tenaga kerja lokal dari jumlah tenaga kerja di area pertambangan.

Pelaksanaan program CSR dilakukan melalui perencanaan yang matang oleh internal Perseroan dengan aparat desa atau kelompok masyarakat agar kegiatan CSR tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Program yang telah selesai dijalankan akan dievaluasi kesesuaian dan efektivitas penerapannya untuk menentukan apakah program tersebut akan tetap dilaksanakan atau dialihkan ke program lainnya.

Pelaksanaan program CSR tersebut dilakukan dalam 3 program dasar yang diuraikan sebagai berikut.

  1. Hubungan Kemasyarakatan
    1. Melakukan pertemuan rutin antara Perseroan dan perwakilan dari masyarakat.
    2. Pemberian bantuan perayaan hari besar keagamaan.
  2. Pengembangan Masyarakat
    1. Di bidang pendidikan, berupa kegiatan pemberian beasiswa, pelaksanaan try out dan bimbingan belajar, pemberian training “Program 1000 Guru Prestasi” yang bekerja sama dengan Pemda Kab. Tanah Bumbu, serta donasi untuk pembangunan infrastruktur sekolah.
    2. Di bidang kesehatan, berupa kegiatan peningkatan gizi balita melalui posyandu, termasuk pemberian penyuluhan mengenai kesehatan gigi, pelaksanaan khitanan massal, serta pengadaan alat kesehatan di puskesmas sekitar area tambang Perseroan.
    3. Di bidang ekonomi dan pengembangan infrastruktur, berupa kegiatan budidaya ternak sapi, kambing, ikan air tawar, serta pemberdayaan UKM untuk pedagang kuliner. Dalam pengembangan infrastruktur, Perseroan telah membangun jalan penghubung antar desa, serta mendukung pengadaan sarana penyediaan air bersih, serta pembangunan sarana ibadah, sekolah dan kesehatan.
  3. Pemberdayaan Masyarakat
    Perseroan juga konsisten memberdayakan dan membangun ekonomi masyarakat sekitar wilayah operasional melalui pertanian dan budidaya ternak. Beberapa upaya yang dilakukan Perseroan adalah melakukan pembinaan masyarakat di Area P3T untuk bertani sayur agar dapat dijual kembali atau dikonsumsi warga, pembinaan budidaya ternak sapi, kambing, dan ayam di beberapa daerah di Kalimantan, pembinaan produksi pangan olahan makanan ringan di Desa Tanjung Belit dan Talang Silungko, serta berbagai program pemberdayaan lainnya.

Berdasarkan hal-hal tersebut Perseroan diharapkan dapat memberikan kontribusi yang positif bagi kehidupan masyarakat melalui program-program CSR nya. Beberapa kegiatan CSR unggulan Perseroan dalam bidang pemberdayaan masyarakat, antara lain:

  1. Program peternakan ayam
    Melalui PT Borneo Indobara, program CSR peternakan ayam potong dilaksanakan di Desa Angsana Kecamatan Angsana dan bekerja sama dengan Bumdes “Bina Bersama” Desa Angsana. Bentuk bantuan yang diberikan mulai dari pembangunan kandang, pembangunan pondok untuk penjaga dan tempat pakan ayam, perlengkapan pakan dan minumnya, serta pembangunan tower air, instalasi pipa hingga kandang ayam yang siap untuk digunakan.
    Tim CSR menyiapkan kandang ayam berukuran 8 X 70 meter untuk kapasitas 5.000 ekor ayam yang bekerja sama dengan pihak ketiga selaku perusahaan kemitraan ayam. Sistem kemitraan yang telah berjalan, yaitu bibit ayam, pakan, obat-obatan hingga panen, menjadi kewajiban pihak ketiga tersebut. Sistem pembagian hasilnya digunakan dalam program ini dimana hasil penjualan dikurangi dengan biaya bibit, pakan dan obat-obatan selama satu periode tertentu merupakan keuntungan dari pemeliharaan ayam selama satu periode yang akan dikelola langsung oleh Bumdes Desa Angsana. Dengan adanya program pemberdayaan masyarakat bidang peternakan ayam potong ini, diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar sehingga bisa berkembang dan mandiri.
  2. Program peternakan sapi
    Melalui PT Kuansing Inti Makmur, telah menjalani program budidaya ternak sapi sebanyak kurang lebih 4 ekor anakan dan 7 ekor indukan sapi. Perseroan melakukan kerja sama dengan pihak Desa setempat, dimana pihak desa yang akan merekomendasikan peternak yang layak untuk mengikuti program ini. Pengawasan dilakukan oleh Pihak Desa berdampingan dengan Perseroan. Skema kerja sama dalam program ini adalah 3M (masyarakat memberdayakan masyarakat) dengan cara bagi hasil. Bagi hasil yang dimaksud adalah sebesar 50% untuk peternak dan 50% merupakan hak untuk pihak Desa. Dengan cara ini, diharapkan desa yang menerima bantuan CSR ini dapat memiliki usaha desa (Koperasi/Bumdes) yang mampu memberikan pemasukan desa.

Seluruh pelaksanaan program tanggung jawab sosial terhadap pengembangan sosial dan kemasyarakatan di tahun 2017 tersebut telah menggunakan biaya CSR sebesar Rp3.830.566.544,-.