PT Borneo Indobara Resmikan Elektrifikasi Alat Tambang, Tegaskan Kepemimpinan Menuju Green Mining dan Net Zero Emission

Ceremony Elektrifikasi and Green Mining Realization
PT Borneo Indobara Resmikan Elektrifikasi Alat Tambang, Tegaskan Kepemimpinan Menuju Green Mining dan Net Zero Emission
Feb 19, 2026

Ceremony Elektrifikasi and Green Mining Realization

PT Borneo Indobara (BIB) secara resmi menandai babak baru transformasi energi di sektor pertambangan nasional melalui gelaran Ceremonial Electrification and Green Mining Realization yang berlangsung di Office Kusan, Senin (9/2/2026). Momentum ini menjadi tonggak strategis dalam perjalanan perusahaan menuju efisiensi energi, pengurangan emisi karbon, serta implementasi praktik pertambangan berkelanjutan yang terintegrasi.

Peresmian tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-20 PT BIB dan dihadiri ratusan tamu undangan dari berbagai daerah di Indonesia, mitra industri, serta perwakilan internasional dari Tiongkok. Hadir pula sejumlah pemangku kepentingan strategis, di antaranya Direktur Retail dan Niaga PLN Adi Priyanto, Kepala Inspektur Tambang Kementerian ESDM Ahmad Syauki yang mengikuti secara virtual, perwakilan BMKG, serta para mitra kontraktor dan pelaku usaha penunjang industri pertambangan.

Ketua Pelaksana Kegiatan sekaligus Kepala Teknik Tambang PT BIB, Riadi Simka Pinem, menegaskan bahwa elektrifikasi alat tambang merupakan bagian dari transformasi jangka panjang perusahaan dalam mendukung agenda ketahanan dan kemandirian energi nasional.

“Sejak 7–8 Februari kami telah memamerkan lebih dari 150 unit alat tambang berbasis listrik dan hybrid. Hari ini menjadi penanda dimulainya fase implementasi elektrifikasi secara masif di seluruh lini operasional PT BIB,” ujarnya.

Chief Operating Officer (COO) PT BIB, Raden Utoro, menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan salah satu program elektrifikasi alat tambang terbesar di Indonesia saat ini. Perusahaan menargetkan 25 persen armada telah beralih ke tenaga listrik pada 2026, meningkat menjadi 75 persen pada 2028, serta mencapai target Net Zero Emission pada periode 2028–2029.

“Transformasi ini bukan hanya langkah teknis, melainkan strategi korporasi untuk memastikan keberlanjutan usaha di tengah tuntutan global terhadap industri rendah karbon,” tegasnya.

Untuk menopang transisi tersebut, PT BIB memperkuat infrastruktur kelistrikan melalui kolaborasi strategis dengan PLN. Saat ini pasokan listrik sebesar 40 MVA telah dimanfaatkan dalam rantai operasional dan diproyeksikan meningkat hingga 200–240 MVA pada 2028, seiring perluasan penggunaan armada listrik.

Menurut Bapak R. Utoro, keandala pasokan listrik menjadi faktor krusial. Gangguan suplai dapat berdampak langsung pada operasional alat berbasis kabel dan baterai, sehingga sinergi berkelanjutan dengan PLN menjadi kunci utama keberhasilan program ini.

Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, menilai transformasi menuju electric vehicle (EV) truck tambang bukan sekadar simbol transisi energi, melainkan keputusan bisnis yang rasional dan berorientasi jangka panjang.

“Transformasi menuju EV truck tambang adalah wujud nyata transisi energi nasional. Ini bukan hanya simbol perubahan, tetapi keputusan bisnis yang rasional, efisien, dan visioner,” ujarnya.

Langkah PT BIB sejalan dengan arahan Presiden Republik Indonesia untuk menekan ketergantungan impor bahan bakar minyak (BBM) yang nilainya mencapai ratusan triliun rupiah setiap tahun. Elektrifikasi dinilai sebagai solusi strategis untuk menurunkan konsumsi BBM nasional sekaligus meningkatkan efisiensi biaya operasional industri pertambangan.

Selain elektrifikasi armada, PT BIB juga memperkenalkan inovasi teknologi pendukung, termasuk modifikasi cuaca berbasis drone bekerja sama dengan BMKG guna mengendalikan pola hujan di area operasional. Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsono, menyatakan bahwa PT BIB berpotensi menjadi perusahaan tambang batubara pertama yang mengimplementasikan operasi modifikasi cuaca secara sistematis dan terintegrasi.

Inovasi lainnya adalah penerapan teknologi Weigh in Motion (WIM), yang memungkinkan proses penimbangan truk dilakukan secara presisi tanpa harus berhenti, sehingga meningkatkan efisiensi waktu dan produktivitas.

Dukungan terhadap transformasi ini juga datang dari para mitra kerja. PT Anugrah Energi Kalimantan, salah satu kontraktor PT BIB, mengungkapkan bahwa sekitar 20 persen armadanya telah beralih ke tenaga listrik dan terbukti memberikan efisiensi signifikan dalam jangka panjang.

Tak hanya berdampak pada aspek teknis dan lingkungan, kegiatan ini turut menggerakkan ekonomi lokal. Sebanyak 26 UMKM dari 22 desa lingkar tambang dilibatkan dalam penyediaan konsumsi bagi lebih dari 2.000 undangan selama rangkaian acara berlangsung, mempertegas komitmen perusahaan terhadap pemberdayaan masyarakat sekitar.

Sebagai penutup, peresmian fasilitas elektrifikasi dimeriahkan oleh penampilan komedian Stand Up Indonesia, Abdur Arsyad, yang menghadirkan suasana hangat dan inklusif dalam perayaan transformasi energi tersebut.

Melalui program elektrifikasi ini, PT Borneo Indobara menegaskan visinya menuju Sustainable Green Mining – Illuminating the World, sekaligus memperkuat posisinya sebagai pionir pertambangan berkelanjutan di Indonesia yang adaptif terhadap tantangan global dan tuntutan transisi energi masa depan.