Auger Mining sebagai Strategi Peningkatan Cadangan dan Efisiensi Operasional - Golden Energy Mines

Auger Mining sebagai Strategi Peningkatan Cadangan dan Efisiensi Operasional
10 jam yang lalu

Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, PT Borneo Indobara (BIB), April 2026,  anak perusahaan PT Golden Energy Mines Tbk, terus memperkuat komitmen terhadap praktik pertambangan berkelanjutan melalui implementasi metode auger mining, sebagai bagian dari strategi optimalisasi pemanfaatan cadangan batubara dan peningkatan efisiensi operasional. Auger mining merupakan metode yang mirip dengan metode pengeboran horizontal berdiameter besar (1,5 – 1,9 meter) pada area highwall dengan kemiringan tertentu yang memungkinkan dilakukan ekstraksi batubara tanpa memerlukan pengupasan tambahan overburden atau lapisan tanah penutup. Mesin auger bekerja dengan sistem ulir (spiral) yang menembus seam batubara dan secara terus menerus mengangkut material ke permukaan, sehingga tetap dikategorikan sebagai bagian dari operasi tambang terbuka (surface mining).

Implementasi metode ini di BIB dimulai pada Kuartal III 2025, dengan fokus pada area pit yang telah mencapai kondisi mine-out atau memiliki nilai stripping ratio (SR) tinggi sehingga tidak ekonomis untuk ditambang dengan metode konvensional tambang terbuka. Pengembangan awal dilakukan melalui kerja sama dengan kontraktor spesialis untuk auger mining yaitu PT Auger Sistem Indonesia (PT ASI) , dengan tahapan meliputi uji coba operasional, validasi parameter geoteknik, serta optimalisasi desain panel dan pilar. Seiring waktu, metode ini berkembang menjadi bagian integral dalam perencanaan tambang di BIB untuk peningkatan cadangan batubara yang ditambang.

Hingga akhir April 2026, produksi yang berasal dari aktivitas auger saja telah mencapai sekitar 190.900 ton. Capaian ini menunjukkan kontribusi nyata dalam meningkatkan pemanfaatan cadangan yang sebelumnya tidak tertambang jika menggunakan metode konvensional tambang terbuka sehingga menjadi tambahan cadangan yang dapat ditambang dan masuk ke rencana penambangan ke depan.

Dari perspektif finansial, penerapan auger mining memberikan manfaat signifikan melalui:

  • Peningkatan recovery factor, terutama pada cadangan bagian highwall yang sebelumnya tidak tertambang dengan metode konvensional tambang terbuka.
  • Pengurangan kebutuhan pengupasan overburden, sehingga menekan biaya operasi          
  • Optimalisasi cost per ton, khususnya pada area dengan SR tinggi
  • Peningkatan nilai ekonomi cadangan marginal

Dari sisi keberlanjutan, auger mining memberikan kontribusi positif terhadap aspek ESG, khususnya:

  • GRI 304 (Biodiversity): mengurangi kebutuhan pembukaan lahan baru
  • GRI 305 (Emissions): menurunkan emisi dari aktivitas overburden removal
  • Resource Efficiency: meningkatkan pemanfaatan cadangan secara optimal
  • Good Mining Practice: mengurangi losses dan meningkatkan konservasi sumber daya batubara.

Metode ini juga mendukung prinsip konservasi batubara dengan memanfaatkan cadangan batubara yang tersisa pada highwall final, sehingga mengurangi potensi kehilangan sumber daya atau cadangan.

Survey, Geotech & Exploration Department Head BIB, Joko Santoso, menyampaikan bahwa ke depan, BIB akan terus mengembangkan implementasi auger mining melalui peningkatan produktivitas alat, optimalisasi desain geoteknik, serta integrasi dalam perencanaan tambang jangka panjang. Dengan pendekatan ini, auger mining diharapkan menjadi salah satu pilar dalam mendukung kinerja produksi, efisiensi biaya, serta pencapaian target keberlanjutan perusahaan.